Jalan Mayor Toha, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan

LUBUKLINGGAU – Enam dekade perjalanan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menjadi momentum bagi keluarga besar KAHMI Kota Lubuklinggau untuk kembali memperkuat nilai pengabdian kepada masyarakat, umat, dan bangsa. Peringatan hari lahir ke-60 KAHMI digelar dengan mengusung tema “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa” di Gedung Embun Semimbar, Kampus Universitas PGRI Silampari (Unpari) Lubuklinggau, Jalan Mayor Toha, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI Lubuklinggau, yakni Prof. Dr. Rudi Erwandi, Drs. Azhari, Agus Maryanto, MM, dan Dr. Ruddy Wijaya, SH, M.Si, serta tokoh sekaligus pakar KAHMI Dr. Susyanto Tunut. Acara juga dihadiri Presidium FORHATI dan para alumni HMI dari berbagai generasi yang turut mempererat silaturahmi dalam momentum bersejarah tersebut.

Ketua Pelaksana HUT ke-60 KAHMI Lubuklinggau, Burmasyah Darma, SH, MH, menyampaikan bahwa peringatan hari lahir KAHMI bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi harus menjadi sarana untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus memperkuat peran alumni dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Menurutnya, usia 60 tahun merupakan fase penting untuk melihat kembali kiprah KAHMI sekaligus merumuskan langkah pengabdian ke depan.

“Peringatan hari lahir ke-60 KAHMI tahun ini hendaknya tidak sekadar menjadi momentum seremonial. Ini harus menjadi ruang bagi kita untuk bersyukur, melakukan refleksi, mempererat silaturahmi, meneguhkan kembali komitmen pengabdian kepada umat dan bangsa, serta menyumbangkan pemikiran,” ujar Burmasyah.

Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-60 KAHMI Lubuklinggau juga diisi dengan penyampaian orasi ilmiah oleh Dewan Pembina KAHMI, Dr. Susyanto Tunut. Melalui forum tersebut, peserta diajak memperkuat wawasan dan gagasan mengenai peran organisasi kemasyarakatan dalam menghadapi dinamika bangsa.

Tidak hanya berfokus pada penguatan gagasan, KAHMI Lubuklinggau juga menghadirkan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yakni aksi donor darah yang berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lubuklinggau.

Kegiatan kemanusiaan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Berdasarkan catatan panitia, sebanyak 32 orang berpartisipasi dalam donor darah sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan ketersediaan darah.

“Donor darah ini merupakan bentuk kepedulian sosial. Setetes darah sangat berarti bagi orang yang sedang sakit dan membutuhkan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Burmasyah.

Ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya KAHMI dalam menerjemahkan nilai-nilai pengabdian melalui tindakan nyata. Menurutnya, keberadaan organisasi harus mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Lebih lanjut, Burmasyah menjelaskan bahwa tema “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa” memiliki makna penting sebagai pengingat bagi seluruh keluarga besar KAHMI agar terus mengambil peran dalam pembangunan nasional.

Ia menyebutkan bahwa kedaulatan bangsa tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan negara menghadapi perubahan global, tetapi juga mencakup pembangunan kualitas manusia, penguatan ketahanan sosial, kemandirian ekonomi, serta keberlanjutan nilai-nilai politik, hukum, sosial, dan budaya.

“Kedaulatan bangsa bukan hanya berbicara tentang kemampuan sebuah negara berdiri tegak di tengah perubahan dunia. Kedaulatan juga menyangkut kualitas sumber daya manusia, ketahanan sosial, kemandirian ekonomi, politik, hukum, sosial dan kebudayaan, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan anak bangsa menjaga nilai-nilai kebangsaan,” jelasnya.

Melalui peringatan HUT ke-60 tersebut, KAHMI Lubuklinggau berharap semangat kebersamaan dan pengabdian dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Momentum enam dekade ini menjadi pengingat bahwa kontribusi organisasi tidak hanya diwujudkan melalui pemikiran, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *